5 Prinsip Dasar Desain Grafis yang Wajib Kalian Ketahui

0
“There are three responses to a piece of design — yes, no, and WOW! Wow is the one to aim for.” — Milton Glaser
Desain grafis di era modern memiliki peran penting dalam membangun merek dan pada saat yang sama, dalam menampilkan keahlian kalian. Mendapatkan penilaian atau respon positif merupakan hal yang mutlak diingin oleh seorang desainer garfis walaupun pada dasarnya penilaian terhadap desain antar indivu tentu berbeda tapi desain yang bagus adalah desain yang sesuai dengan maksud dan tujuan dibuat.

Kebutuhan yang besar akan desain grafis di berbagai sektor tentu membuat angin segar bagi seorang desainer. Belum lagi seorang desainer grafis tidak hanya kerja di kantor namun juga bisa kerja dimana saja (Freelancer). Satu karya desain grafis pun memiliki nilai jual yang cukup tinggi dari puluhan ribu, ratusan ribu, hingga jutaan. Hal tersebut membuat orang tertarik untuk mendalami dunia desain baik untuk pekerjaan utama maupun sampingan.

Bagi kalian yang tertarik ingin menjadi desainer grafis, saya katakan itu adalah pilihan yang tepat. namun sebelum itu kalian harus belajar dan memahami elemen (prinsip dasar) desain untuk membuat desain yang yang memukau. Oleh karena itu  mari kita memahami 5 elemen (prinsip dasar) desain yang akan membantu kalian membuat desain grafis yang memukau.


Keseimbangan (Balance)
Seimbang berarti "tidak berat sebelah". Dalam desain, keseimbangan terjadi ketika objek visual didistribusikan sedemikian rupa sehingga nyaman dipandang keseluruhan. 
Satu hal yang perlu Anda ketahui dalam sebuah desain adalah setiap elemennya memiliki bobot. Dalam hal ini bobot yang dimaksud bisa berupa warna, bentuk, ukuran serta tekstur. Jadi, ketika Anda mempelajari keseimbangan dalam suatu desain maka Anda akan mempelajari agar penempatan elemen pada desain tersebut terlihat seimbang.

Penempatan elemen pada sebuah desain, harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang, hindari penempatan elemen yang terhambur secara sembarangan atau penempatan elemen yang hanya berkumpul di satu titik saja. Hal tersebut perlu dilakukan agar tercipta kesatuan desain yang membuat semua elemen pada desain tersebut terlihat penting. Dalam desain, keseimbangan dibagi lagi menjadi 3, yaitu:
  1. Keseimbangan Simetris (Symmetrical Balance)
  2. Keseimbangan Asimetris (Asymmetrical Balance)
  3. Keseimbangan Radial (Radial Balance)
Keseimbangan simetris adalah ketika elemen-elemen desain di satu sisi sama dengan elemen-elemen di sisi lainnya. Keseimbangan ini membagi rata “berat”nya baik dari sisi atas-bawah atau kiri-kanan.

Desain yang simetris akan menciptakan keseimbangan lewat penempatan elemen desain yang memiliki bobot sama yang disejajarkan pada kedua sisi dari garis tengah.

Berbeda dengan keseimbangan simetris dimana distribusi berat dilakukan dengan membagi rata elemen. Keseimbangan asimetris tidak sama antara sisi kanan, kiri, atas, bawah namun tetap terasa seimbang. Seringkali kita melihat sebuah desain dengan gambar yang begitu besar diimbangi dengan teks yang kecil namun terlihat seimbang karena permainan kontras, warna, dsb.

Keseimbangan Radial Dalam keseimbangan radial, elemen-elemen desain disusun melingkar seolah-olah memiliki pusat. Biasanya desain-desain mandala memiliki keseimbangan radial.

Penekanan (Emphasis) Penekanan (Emphasis) dalam desain adalah bagian yang dibuat menonjol untuk menarik perhatian audiens. Misalnya Anda membuat desain untuk bilboard. Anda harus bertanya pada diri sendiri: apa informasi pertama yang perlu diketahui dan menarik perhatian audiens saya? Apakah itu brandnya? manfaatnya? atau promo dan harganya? Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan kontras baik bentuk, warna, tekstur, dan lain sebagainya. Pergerakan (Movement)

 Pergerakan (Movement) dalam desain adalah suatu prinsip dimana desain yang dihasilkan dapat mengontrol elemen-elemen dalam komposisi sehingga mata diarahkan untuk berpindah dari satu ke yang berikutnya dan informasi tersebut dikomunikasikan dengan benar kepada audiens Anda atau dengan kata lain memiliki suatu alur ketika dilihat. Contoh desain poster tersebut dimana kita dapat melihat ‘alur’ pergerakan dari objek desain sebuah band akan bermain, di lokasi ini, di waktu ini, begini cara mendapatkan tiket, dst.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

buttons=(Accept !) days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top